INFOCIRANJANG.COM, CIANJUR – Libur Natal 2025 menjadi momentum positif bagi sektor perhotelan di Kabupaten Cianjur. Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Cianjur mencatat tingkat hunian hotel selama periode libur Natal mencapai 60 persen, menunjukkan geliat wisata yang kembali pulih dibandingkan tahun sebelumnya.
Humas PHRI Kabupaten Cianjur, E. Samsul Rizal, mengatakan peningkatan ini tak lepas dari tumpukan masa libur sekolah yang bertepatan dengan perayaan Natal. “Pada H-1 Natal, tingkat hunian hotel masih minim. Namun pada periode Kamis 25 Desember sampai Sabtu 27 Desember 2025, tingkat okupansi hotel untuk wilayah Kabupaten Cianjur mencapai 60 persen,” ujarnya saat dihubungi Minggu 28 Desember 2025.
Arus wisatawan dari luar daerah turut mendorong pertumbuhan tersebut. Wisatawan asal Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi, dan Tangerang (Jabodetabek) mendominasi daftar pengunjung, disusul wisatawan Timur Tengah serta beberapa wilayah di Jawa Barat.
“Pada libur Natal 2025 ini, rata-rata pengunjung berasal dari wilayah Jabodetabek dan sebagian kecil wisatawan asal Timur Tengah serta beberapa wilayah di Jawa Barat,” terangnya.
Meski demikian, harapan besar kini tertuju pada momentum pergantian tahun baru yang tinggal hitungan hari. Samsul mengungkapkan bahwa pemesanan kamar untuk periode Tahun Baru masih belum memuaskan.
“Tingkat pesanan hotel menjelang pergantian tahun baru 2026 hingga sejauh ini masih jauh dari target yang diharapkan yaitu di angka 30 persen,” jelasnya.
PHRI menilai kondisi ini merupakan tantangan tersendiri bagi pengelola hotel. Apalagi, adanya surat edaran pemerintah dan kepolisian terkait larangan pesta kembang api di malam pergantian tahun turut memberi pengaruh terhadap daya tarik event malam tahun baru di berbagai penginapan.
Namun Samsul berharap tingkat okupansi dapat terus meningkat menjelang puncak liburan. “Kita berharap jelang libur pergantian tahun baru 2026, tingkat okupansi atau hunian hotel nantinya bisa terus naik, dan sesuai dengan yang kami harapkan,” katanya.
Sebagai langkah antisipasi, pihak PHRI telah menyampaikan surat edaran larangan kembang api kepada seluruh pengelola hotel agar dapat disosialisasikan kepada tamu.
“Adanya surat edaran tersebut, kita sudah meneruskan kepada setiap pengelola hotel yang tergabung dalam PHRI Kabupaten Cianjur. Semoga nantinya pun para pengunjung bisa memahami kondisi tersebut,” ujarnya.
Dengan kondisi yang semakin kondusif dan potensi wisata Cianjur yang terus diminati, pelaku industri perhotelan menatap libur akhir tahun dengan optimisme. Semua berharap, arus kunjungan wisata dapat terus meningkat hingga malam pergantian tahun baru. (***)




















