INFOCIRANJANG, CIANJUR – Prestasi membanggakan kembali datang dari generasi muda Cianjur. Santri asal Cianjur, Saninatun Nazwa Slamet atau yang akrab disapa Sani, berhasil menorehkan prestasi di kancah internasional setelah meraih dua penghargaan dalam ajang Conference Santri Mendunia yang digelar pada 10–15 Februari 2026.
Kegiatan internasional tersebut berlangsung di tiga negara sekaligus, yakni Malaysia, Singapura, dan Thailand, hasil kolaborasi antara penyelenggara program kepemudaan dan jaringan internasional santri.
Tak hanya menjadi delegasi, Sani dipercaya sebagai ketua tim delegasi. Di bawah kepemimpinannya, kelompok yang dipimpinnya berhasil meraih penghargaan Top 1 Best Group. Selain itu, ia juga dinobatkan sebagai Most Outstanding Participant berkat keaktifan serta kontribusinya selama rangkaian kegiatan.
Perjalanan Sani bermula dari lingkungan pesantren di Cianjur. Ia menyelesaikan hafalan 30 juz Al-Qur’an di SMPIT Baitul Ilmi Boarding School Cianjur. Saat ini, ia melanjutkan pendidikan di UIN Sunan Gunung Djati Bandung sambil aktif mengembangkan kapasitas akademik dan kepemimpinan.

Konferensi yang diikuti mengangkat tema kolaborasi santri dalam membangun sistem ekonomi syariah global. Forum ini menjadi ruang bagi generasi pesantren untuk memperluas peran dalam diskursus akademik internasional.
Selama kegiatan, para delegasi mengikuti berbagai agenda, mulai dari seminar internasional, forum group discussion (FGD), hingga debat ilmiah. Dalam sesi debat, Sani bersama timnya tampil sebagai tim PRO dengan tema kontribusi zakat dan wakaf terhadap pengentasan kemiskinan di Indonesia dan Malaysia.
Argumentasi yang disampaikan berbasis riset komparatif serta diskusi akademik yang mendalam, sehingga mampu menarik perhatian dewan juri.
Selain itu, para peserta juga melakukan kunjungan akademik ke sejumlah kampus ternama, di antaranya Nanyang Technological University (NTU) di Singapura serta Universiti Malaya di Malaysia. Kunjungan tersebut menjadi sarana pembelajaran sekaligus memperluas jejaring global bagi para delegasi.
Prestasi yang diraih Sani menjadi bukti bahwa hafidzah tidak hanya unggul dalam hafalan Al-Qur’an, tetapi juga mampu tampil dalam forum internasional dengan kapasitas intelektual dan kepemimpinan yang kuat.
Dari pesantren di Cianjur hingga panggung dunia, langkah Saninatun Nazwa Slamet menunjukkan bahwa generasi santri memiliki potensi besar untuk berkontribusi dalam isu global, khususnya dalam pengembangan ekonomi syariah. (***)
















