CIANJUR — Gunung Gede Pangrango, kebanggaan warga Jawa Barat dan surga bagi para pecinta alam, untuk sementara harus “istirahat.” Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) resmi menutup seluruh aktivitas pendakian mulai 14 Oktober 2025 hingga batas waktu yang belum ditentukan.
Kebijakan ini tertuang dalam Surat Edaran Nomor 374/2025 yang ditandatangani langsung oleh Kepala Balai Besar TNGGP, Arief Mahmud, pada 10 Oktober 2025.
Bukan tanpa alasan, penutupan ini dilakukan karena gunung yang dikenal dengan keindahan dan kesejukan alamnya itu kini dipenuhi sampah dari aktivitas pendakian sebelumnya. Pemandangan yang seharusnya menenangkan kini ternoda oleh plastik, bungkus makanan, dan sisa-sisa barang yang ditinggalkan para pendaki.
“Penutupan berkenaan dengan penyelesaian permasalahan sampah pendakian, melalui aksi bersama petugas, mitra, akademisi, komunitas, dan pelaku usaha (outdoor industry dan hiking),” ungkap Arief, Sabtu (11/10/2025).
Ia menegaskan, pendakian akan dibuka kembali setelah seluruh tahapan perbaikan dan pembersihan selesai dilakukan. “Kegiatan pendakian akan dibuka kembali setelah seluruh tahapan perbaikan selesai,” ujarnya.
Arief juga mengajak seluruh masyarakat, komunitas pendaki, hingga pelaku wisata alam untuk mendukung upaya menjaga kelestarian ekosistem Gunung Gede Pangrango.
“Kami mengimbau masyarakat dan semua pemangku kepentingan untuk mendukung upaya bersama ini dalam mewujudkan pendakian gunung yang bertanggung jawab, bersih, dan berkelanjutan,” pungkasnya.
Penutupan ini menjadi tamparan bagi semua pihak. Gunung yang semestinya menjadi tempat belajar mencintai alam kini justru harus “disembuhkan” dari ulah tangan manusia sendiri. Semoga kesadaran untuk menjaga kebersihan dan tanggung jawab dalam mendaki bisa tumbuh lebih kuat setelah ini. (sam)
#infociranjang #MakinTahuIndonesia


















