INFOCIRANJANG.COM, CIANJUR – Forum OSIS Kabupaten Cianjur (FOSKAC) tengah mengadakan program kaderisasi yang ditujukan untuk meregenerasi kepengurusan serta mencari bibit-bibit unggul pemimpin muda Jawa barat dari Cianjur untuk menyongsong Indonesia emas 2045.
Seperti diketahui bersama, FOSKAC berdiri pada bulan Februari 2020 ditandai dengan dilantiknya kepengurusan generasi pertama oleh Bupati Cianjur, Herman Suherman pada tanggal 16 Februari 2020. Dan Generasi kedua dilantik pada 31 Mei 2022 oleh Bapak Budi
Rahayu Toyib S.sos yang mewakili Bapak Bupati Kabupaten Cianjur.
Baik Pemda maupun KCD Wilayah VI, amat mendukung pergerakan pelajar khususnya OSIS di Kabupaten Cianjur dalam rangka penyiapan kader-kader terbaik masa depan untuk Indonesia emas 2045. Lebih jelasnya, Pemerintah Kabupaten Cianjur pun siap memfasilitasi bentuk-bentuk kegiatan FOSKAC, termasuk kaderisasi ini.
Dalam hal kaderisasi yang melibatkan hampir seluruh SMA/SMK/MA/Sederajat yang tersebar di semua wilayah Cianjur, lebih dari 230 pelajar mendaftar sebagai calon anggota FOSKAC dan sebanyak 100 orang mendaftar untuk menjadi calon pengurus.
Syarat untuk menjadi calon pengurus pun mengutip dari postingan media sosial FOSKAC, haruslah seorang pelajar Cianjur, pengurus OSIS aktif dan siap berkontribusi bagi perkembangan pelajar Cianjur.
Selanjutnya, Musyawarah Besar Generasi 3 telah dilaksanakan pada tanggal 02 Februari 2023, bertempat di Aula Rapat Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VI. Dan untuk pelantikan sendiri telah dilaksanakan pada tanggal 25 Februari 2023 di Auditorium Universitas Putera Indonesia (UNPI).
Salah satu perwakilan tim formatur, Maulana Ihsan (19) mengatakan, “Kaderisasi ini merupakan wujudpengembangan diri bagi pelajar-pelajar se-Kabupaten Cianjur untuk lebih tampil ke muka masyarakat dengan menjadi pengurus FOSKAC”.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa meski di tengah pandemi, peran pelajar tidak serta merta pupus begitu saja sebagai agen perubahan masyarakat, pelajar dituntut
untuk dapat berperan lebih dari sekadar bermain media sosial dan rebahan, “Kaum terpelajar zillennial, meski di tengah pandemi tidak boleh hanya berdiam diri, ya meski pemerintah menganjurkan hal tersebut.
Tapi, maksudnya adalah pelajar dituntut untuk dapat berkontribusi lebih dalam membantu
penyelesaian pandemi khususnya di Cianjur yang dapat dimulai dengan berkontribusi awal terhadap organisasi pelajar satu-satunya yang resmi di bawah naungan Dinas Pendidikan, yaitu FOSKAC”.
Ia juga mengatakan, bahwasannya dengan masuk organisasi tingkat daerah seperti ini, tidak akan menganggu jalan akademik para siswa, “Dengan masuk organisasi bahkan sampai tingkat kabupaten itu sebenarnya
tidak akan merusak akademik di sekolah. Justru ini bisa jadi tantangan bagi para pelajar, seberapa mampukah kita untuk membagi waktu dengan baik antara organisasi dan belajar.” (*)



















