INFOCIRANJANG.COM, CIANJUR – Kawasan Cipanas kini memiliki ruang publik baru yang menggabungkan unsur budaya, komunitas, dan ekonomi kreatif. Palace Park resmi dibuka pada Rabu (17/6/2026) sebagai destinasi terbuka yang berada di area hijau Palace Hotel Cipanas.
Palace Park hadir sebagai wadah kolaborasi bagi masyarakat, pelaku seni, komunitas kreatif, hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam satu ruang yang inklusif dan mudah diakses. Tempat ini beroperasi setiap hari mulai pukul 11.00 hingga 22.00 WIB dan terbuka untuk umum tanpa dipungut biaya masuk.
Peresmian Palace Park ditandai dengan berbagai pertunjukan seni dan budaya yang melibatkan seniman lokal, komunitas kreatif, serta pelaku UMKM. Beragam aktivitas yang ditampilkan mencerminkan semangat kolaborasi dan keberagaman yang menjadi identitas utama kawasan tersebut.
Manajemen Palace Park, Chris Marvin, mengatakan bahwa kehadiran Palace Park diharapkan dapat menjadi ruang yang tumbuh bersama masyarakat.
“Kami ingin Palace Park menjadi ruang yang hidup dan tumbuh bersama masyarakat. Sebuah tempat di mana kreativitas mendapat ruang, budaya terus berkembang, dan kolaborasi dapat tercipta secara alami,” ujarnya.
Sebagai bagian dari masyarakat Cipanas, Palace Hotel Cipanas memandang Palace Park sebagai kontribusi nyata dalam mendukung pengembangan potensi lokal, baik di bidang budaya maupun ekonomi kreatif. Manajemen hotel juga menegaskan komitmennya untuk menghadirkan ruang yang memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar dan mendorong lahirnya berbagai peluang baru bagi masyarakat.
Acara pembukaan dimeriahkan dengan prosesi budaya simbolis Ngalokat Cai, bazar UMKM lokal, pertunjukan seni tradisional Sunda, musik etnik, hingga penampilan musik Pop Sunda oleh musisi daerah.
Salah satu momen yang mendapat perhatian khusus adalah penampilan siswa Sekolah Luar Biasa (SLB). Penampilan tersebut menjadi simbol semangat inklusivitas yang diusung Palace Park, sekaligus menunjukkan bahwa setiap lapisan masyarakat memiliki kesempatan yang sama untuk berpartisipasi dan berkarya.
Dalam kesempatan yang sama, Palace Park juga meluncurkan maskot resminya bernama PIKO. Karakter ini terinspirasi dari Hayam Pelung, ikon kebanggaan Cianjur yang pertama kali dikenal dari Desa Bunikasih pada tahun 1850.
PIKO digambarkan sebagai karakter yang ceria, bersahabat, dan penuh rasa ingin tahu. Kehadirannya menjadi representasi nilai-nilai yang ingin dibangun Palace Park, yakni kepedulian terhadap lingkungan, semangat kebersamaan, serta kecintaan terhadap budaya dan alam.
Melalui karakter tersebut, Palace Park ingin mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk lebih mencintai lingkungan, menjaga bumi, serta menumbuhkan budaya berbagi, belajar, dan bermain bersama.
Selain menjadi ikon bagi para pengunjung, PIKO juga menjadi simbol komitmen Palace Park dalam mengangkat identitas lokal Cianjur melalui pendekatan yang kreatif, edukatif, dan relevan bagi berbagai generasi.
Ke depan, Palace Park diharapkan dapat berkembang menjadi pusat aktivitas budaya dan kreativitas yang memperkuat interaksi sosial, melestarikan kekayaan budaya lokal, serta membuka peluang pertumbuhan ekonomi kreatif di Kabupaten Cianjur. Dengan konsep ruang publik yang terbuka dan inklusif, Palace Park diharapkan menjadi salah satu destinasi baru yang mampu menghidupkan ekosistem seni, budaya, dan UMKM di wilayah Cipanas dan sekitarnya. (red)



















