Cianjur – Harga daging sapi di sejumlah pasar di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mengalami kenaikan harga dari Rp110 ribu menjadi Rp120 ribu per kilogram yang diakibatkan adanya kelangkaan daging sapi.

Hendrik Ferdiansyah, seorang pedagang daging sapi di Pasar Induk Cianjur, mengatakan, kenaikan harga daging tersebut sudah terjadi sejak empat hari yang lalu.
Sejumlah padagang daging sapi pun terpaksa melakukan mogok berjualan lantaran sepi pembeli akibat imbas dari kenaikan harga.
“Harga daging sapi normalnya Rp110 ribu per kilogram, namun kemarin naik jadi Rp120 ribu per kilogramkilogram. Jadi naik Rp10 ribu. Pedagang kemarin sempat mogok dagang selama dua hari akibat tidak ada pembeli,” ujarnya, Kamis (21/1/2021).
Namun lanjut Hendrik, pada Kamis, (21/1/2021) para pedagang mulai berjualan kembali untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Hari ini kita terpaksa berjualan lagi karena kebutuhan. Kita juga terpaksa menaikan harga namun pembeli sepi. Adapun yang beli mereka pada protes,” katanya.
Sementara Ahmad (42) seorang pembeli daging yang berprofesi penjual sate, mengatakan, dirinya juga mengalami sepi pembeli karena ia terpaksa mengurangi porsi sate nya.
“Kita jual Rp2 ribu per tusuk. Karena dagingnya naik saya pilih kurangi porsi na dengan tidak merubah harga. Namun pembeli pada protes. Tapi mau gimana lagi kita kan jualan masa rugi. Akibatnya dalam hlsehari saya bisa jual tiga kilo sekarang hanya satu kilo,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperidag) Kabupaten Cianjur, Tohari Sastra, membenarkan adanya kenaikan harga daging sapi di Cianjur.
Menurutnya kenaikan tersebut terjadi lantaran sulitnya pasokan aging sapi ke pasar-pasar yang ada di Cianjur.
“Iya, kemarin naik karena pasika daging berkurang. Namun setelah kita cek sekarang sudah mulai membaik,” katanya.

















