CIANJUR | INFOCIRANJANG.COM – Aksi unjuk rasa mewarnai Kantor Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Mukti Kabupaten Cianjur, Selasa (16/12/2025). Sejumlah massa mendatangi kantor BUMD tersebut untuk memprotes kebijakan kenaikan tarif air yang dinilai memberatkan dan tidak sesuai aturan.
Namun yang menjadi sorotan dalam aksi tersebut, hingga massa membubarkan diri, tidak satu pun pejabat Perumdam Tirta Mukti keluar untuk menemui atau menerima aspirasi para pendemo. Kondisi ini memicu kekecewaan dan kemarahan massa aksi.
Perwakilan Lembaga Pelaku Advokasi Masyarakat Kabupaten Cianjur menyebut, kenaikan tarif air dilakukan secara sepihak tanpa mengacu pada regulasi yang berlaku. Kebijakan tersebut dinilai telah melanggar ketentuan yang ditetapkan pemerintah daerah.
“Kenaikan tarif PDAM seharusnya mengacu pada peraturan yang berlaku di Kabupaten Cianjur. Dasarnya jelas, yaitu Surat Keputusan Direktur Perumdam Tirta Mukti Nomor 900/Kep 13/Perumdam/2022 yang berlaku sejak Januari 2023. Tapi fakta di lapangan justru aturan itu dilanggar oleh Perumdam sendiri,” tegas Akew dalam orasinya.
Selain persoalan tarif, massa aksi juga menyoroti dugaan perlakuan tidak adil terhadap masyarakat pelanggan. Perumdam Tirta Mukti dituding melakukan praktik pilih kasih, termasuk dalam hal teknis pemasangan sambungan air yang dinilai tidak sesuai aturan pemerintah daerah.
“Kondisi ini jelas merugikan masyarakat Cianjur. Bahkan kami merasa ada intimidasi yang dilakukan oleh BUMD terhadap warga,” lanjutnya.
Atas dasar tersebut, massa menyampaikan sejumlah tuntutan, di antaranya mendesak pemecatan Direktur Perumdam Tirta Mukti Kabupaten Cianjur beserta pihak-pihak yang terlibat dalam pengambilan kebijakan. Mereka juga meminta adanya audit terbuka terkait dugaan kerugian yang dialami masyarakat.
Tak hanya itu, massa mengancam akan meningkatkan eskalasi aksi serta melaporkan persoalan ini ke lembaga penegak hukum apabila tuntutan mereka tidak segera ditindaklanjuti.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Perumdam Tirta Mukti Kabupaten Cianjur belum memberikan tanggapan maupun klarifikasi resmi terkait aksi unjuk rasa dan berbagai tuntutan yang disampaikan massa. (sam)


















